Tuesday, August 23, 2016

Sapaan Esok Hari

Lihatlah mentari pagi ini.
Muncul dari tengah air laut.
Indah sekali..

Bisakah kita ketemu??
Aku ingin ngobrol sedikit
Tentang indahnya alam ini
Tentang hijaunya rumput, daun dan semilirnya angin

Bukan tentang perasaan kita
Karena keadaan di sekitar sudah mewakilinya

Kemarilah, ada rindangnya pohon dan gemuruhnya ombak disini
Sama mungkin dengan tempat kamu tinggal
Tapi kita akan berbicara disana
Di tempat yang lebih tinggi

Dimana Tuhan terasa lebih dekat dengan kita
Dengan kebesaran yang di sembunyikan dibalik awan


Hisyam Noer (Pantai Sowan Kala Itu)

Sunday, July 3, 2016

Lebaran Sebentar Lagi

Pagi....
Cerah yang merona...
Panas tanpa ampun
Berjajar kendaraan di tepian jalan

Penuh, sesak, dan mulai berjalan pelan
Bunyi klakson bersahutan
Mulai dari suara manusia sampai klakson mobil box pengangkut barang

Ini hari ramai seperti akan ada perang
Oh bukan, seperti akan ada pesta
Ibu-ibu bergerumunan di toko logam-logam emas
Beradu mulut tawar menawar

Cewek-cewek berlalu lalang
Tebar senyum seperti akan dapat hadiah

Lebaran sebentar lagi, sahut nona manis diatas sepeda motornya

Bagiku cukup jiwa yang kembali ke fitri

Wednesday, April 20, 2016

Kartini Kecil

Engkau muncul tumbuhkan semangat perempuan
Engaku bawa kesetaraan antar manusia

Wahai Kartini, engkau seperti superhiro wanita
Namamu terkenang meski jasadmu telah sirna

Kartini kecil kau muncul tumbuhkan semangatku
Kau hadir tepat kala aku tak sanggup berdiri

Dukunganmu memicuku untuk bangkit
Kesederhanaanmu membuatku kagum
Meski kau dari golongan emas
Namun kau tetap menunduk bagai padi

Wahai kartini kecil...
Engaku yang selalu dapat ujian
Bersabarlah karena Tuhan janjikan kebahagiaan

Enha, 21 April 2016
 

Saturday, January 30, 2016

CANGCIMEN

Cangcimen.....
Cangcimen....

Cangcimen...
Cangcimen.....

Teriakan terus menggema
Diruangan suntuk penuh sesak
Bau keringat manusia bercampuran
Bersandar lelah mengikuti arah roda berputar

Puluhan pasang mata bersandar di kursi sofa
Ada yang tertawa
Ada yang tertidur
Bahkan ada yang tak peduli dengan sekitar

Sesuap nasi adalah tujuan utama
Untuk menghidupi keluarga di rumah
Teriakan demi teriakan terus menggema
Hingga berhenti di stasiun berikutnya

Wajah lesu terekam jelas dalam aksinya
Topi lusuh selalu menutupi keringat kepalanya

Cangcimen...
Kacang, kuaci, permen...
Matra yang selalu  terucap
Kala Bus mulai menghampirinya..

Hisyam, 31 Januari 2016

Tuesday, January 26, 2016

MANCUNG

Di kamar ini ku tulis lagi
Sebait puisi untukmu
Berbatas ruang dan waktu
Ku hanya bisa melamun tentangmu

Sajak cinta melantun di atas kertas putih
Irama tinta berjalan menulis kata
Cahaya rembulan tembus menyinari
Dan tinta terus berjalan sesuai irama

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Mungkin kau terdiam apa yang aku kata

Tawamu...
Senyumu...
Candamu...
Seakan membawaku ke surga

Sebuah dongeng tak cukup untuk sebuah rayuan
Sebuah puisi tak cukup untuk jadi gombalan
Tapi ini sebuah perasaan
Yang tertuang oleh tinta di atas kertas putih

Hisyam, 27 Januari 2016

Sunday, January 24, 2016

CITA - CITA

Gelap.....
Seperti tak akan ada cahaya
Oh bukan...
Mata ini masih terpejam

Hidup diantara cairan-cairan aneh
Menangispun tak bisa
Bahkan merasakanpun tak bisa
Entah ini apa?

Tangis menggelegar
Muncul di dunia berbeda
Lebih terang.... lebih ramai.....
Tapi mata masih terpejam

Sadar ini dunia baruku
Tumbuh dan tumbuh
Keinginanpun menggumpal
Cita-citapun tumbuh

Berkembang mengiringi jalan hidup ini

Hisyam, 25 Januari 2016

Wednesday, January 20, 2016

IMPIAN MALAM

Mata yang sulit terpejam
Hanya memandang susunan genteng atap rumah
Muka mulai lelah
Mata yang mulai hilang asa

Setitik cahaya bulan menembus gelapnya kamar
Bersinar terang sendirian
Bunyi hewan pengerat mulai terdengar
Tanda malam telah panjang

Berangan sebuah impian
Berharap tercapai esok hari
Berangan sebuah harapan
Berharap akan segera datang

Usaha lelah
Mata lelah
Keyakinan mulai pudar
Dan satu kepastian

Tuhan tak akan diam

Hisyam, 20 Januari 2016

Friday, January 16, 2015

Pagi Dunia

Ini hari yang beda
Tetesan embun basahi dunia
Mentari tak kalah bersinar terang
Rerumputan bergoyang ria

Tawa anak kecil berkejaran
Dengan tas di punggungnya
Tertawa lepas tanpa beban
Menyalami pagi yang cerah

Genjrengan nada gitarpun berbunyi
Petikan setiap senarpun berdenting
Lantunan lagu menggema dari mulut pengamen jalanan
Menyusuri jalan dunia kehidupan

Berlalu lalang kendaraan pasar
Bersahutan klakson-klakson setiap roda pencari nafkah

Tootttt....Tootttt....    Tootttt....Tootttt....
Menggetarkan rongga telinga penumpang

Musik terus berdendang menyambut pagi
Setiap becak yang berjalan, maupun mobil yang lewat
Semua berpeluk mesra
Demi menyambut pagi dunia

Hisyam Noer, 17 Januari 2015

Sunday, January 11, 2015

DINDA

Senyum-senyum sendiri
Bayangan Bunga Mawar terlihat semu
Harumnyapun terhirup samar pula
Oh Dinda.....

Wajah indahnya terbayang disetiap mata ini
Senyum yang melengking
Subhanallah...
Bahkan gigipun tak terlihat sama sekali

Dinda..
Engkau teduhkan segala yang gerah dalam diri
Tapi sekedar memandangimu aku tak mampu

Engkau tertutup rapat
Bahkan tawamu jarang aku dengar
Cukup dengan senyuman
Engkau tularkan hal positif yang ada

Dengan kepala merunduk
Aku hanya bisa katakan
Semoga Tuhan selalu menjagamu..
Dinda....

Nur Hisyam, 11 Januari 2015
Posted on by Putra Mbulu | 1 comment

Saturday, January 10, 2015

Profil

Nama : Abdul Rochim
Tanggal Lahir : 17 Agustus 1967
Alamat : Jl. Pasar Layur Simp. 3 Banjarjo RT.10 RW.03 Kec. Bancar
Pekerjaan : Nelayan
Kota : Tuban
Kode Pos : 62354

"Aku hanya manusia kecil yang selalu ingin tahu tentang sesuatu yang baru, pengalaman baru, tantangan baru"

Hubungi aku


Nomer : 089678047xxx
Email : bledog.bulu@gmail.com
Pin BB : 7411E770
Blog : karyaclasik.blogspot.com


Thursday, January 8, 2015

Sujudku Untuk-Mu Tuhan

Sontak tersadar dari mimpi
Di gelapnya kamar tanpa cahaya
Jam berpakah ini?
Gelap dan dingin

Mata ini tak mau tertutup lagi
Ayam pun tak ada yang berkokok
Bahkan suara gaduh kendaraan juga tak terdengar

Ini masih larut malam
Oh bukan
Mata ini begitu cerah
Aku kenal suhu dingin ini

Aku tersentak kaget
Lantunan adzan menerangi cakrawala perasaanku

Oh Tuhan
Engkau bangunkan aku tepat
Tepat saat kita saling berjanji
Saling bertemu dalam sujudku untuk-Mu

Nur Hisyam, 9 Januari 2015

Sunday, January 4, 2015

Inspirasi Mati

Ini fajar, agak ragu untuk bersinar
Andai bisa, mungkin akan tidur kembali
Ia terus berkerja, meski awan hitam menutupi sinarnya

Inspirasi yang berkembang dari mimpi mulai sirna
Akupun takut untuk melihat keatas
Ke atas langit..
Juga ke atas angan dunia ini berputar

Oh Tuhan..
Kau lenyapkan sinar mertari dengan sekejab
Gumpalan awan hitam berkumpul tepat diatasku
Bahkan titik-titik air sudah membasahi tanah

Daaarrr.....
Sambaran teriakan petir
Bisikan anginpun tak kalah mengerikan
Bahkan pohon melambai mengikuti angin berhembus

Runtuh semua inspirasi hari ini
Awan pergi dan sang fajar kembali bersinar lagi

Hisyam Noer,  4 Januari 2015



Posted on by Putra Mbulu | 2 comments

Tuesday, December 30, 2014

Welcome 2015

Apakah ini akhir?
Ini bukan akhir, ini masih brelanjut
Meski angka menunjukkan yang terakhir
Tapi ini bukanlah akhir

Andai ini akhir...
Kenapa mereka bersorak sorai?
Kenapa mereka kegirangan
Tertawa, terbahak bahak

Seperti ada sesuatu yang baru
Seperti ada yang akan lahir
Siapa??
Dimana??

Orang bilang sebuah kehidupan baru
Benarkah??

Ribuan kembang api menyambutnya
Tamu agungkah?
Presidenkah?
Siapa dia?

Hal baru, dengan usia tua
Umur dunia yang terus bertambah
Bertambah tahun
Bertambah usia

Bukan untuk sombong
Atau berpesta pora
Tapi untuk merenung
Untuk semakin menunduk dan bersyukur

Atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa

Hisyam Noer, 31 Desember 2014

Saturday, December 27, 2014

JALAN HIDUP

Tekad..
Semangat..
Api ini terus bergejolak
Tak pernah padam

Track terjal..
Batuan, Tanah Liat
Bahkan bukan hanya sekedar batu atau tanah

Ini bukan pendakian menuju puncak
Tapi inilah gambaran sebuah kehidupan
Hidup adalah perjuangan
Perjuangan menuju puncak kehidupan

Kadang harus melewati jalan yang licin
Kadang juga bebatuan terjal

Tapi apapun itu...
Satu yang pasti...
Tak ada Track yang landai untuk menuju puncak kehidupan

Tuesday, December 16, 2014

Impian Kecil

Tekad ini masih kecil
Kecil sekali
Kata Orang sekecil tubuhku
Tapi Aku merasa, ini masih sekecil berudu


Umur inipun masih dini
Kaki ini hanya berjalan beberapa meter saja
Bahkan untuk lewati tanjakan aku tak mampu
Apalagi untuk melihat gunung sebesar Mahameru

Tapi tekad ini terus tumbuh
Tumbuh dan tumbuh
Begitu juga dengan tubuh ini



Aku ingin berpetualang di luar sana
Bukan hanya untuk mencari kebebasan
Persaudaraan dan sosialisasi antar Ras adalah tujuan

Cukup umur ini untuk berpetualan
Cukup pula bekal tekad yang membesar
Alam raya, aku bersujud untukmu dan penciptamu
Sang desainer sejati, Tuhan Yang Maha Esa

Sunday, December 14, 2014

Hidup

Siapa....?
Aku sendiri tak tau
Tak tau aku ini siapa

Apa... ?
Apa yang aku perbuat
Apa saja

Kenapa...?
Kenapa saya hidup
Kenapa saya ada

Untuk apa...?
Untuk apa saya hidup
Saya tak tau

Lalu...?
Saya hanya berjalan
Saya hanya terdiam
Saya hanya turuti jadwal yang diberikan Tuhan

Saya tak ada niat merubah diri ini
Saya hanya ingin berjalan seperti air yang mengalir
Juga seperti padi yang selalu merunduk kala usia bertambah

Friday, December 12, 2014

DUNIA HANYA HARTA

Ini cakrawala terlihat nyata
Usai gelap dunia selama terlelap
Roh yang belum menyatu sepenuhnya
Tunaikan kewajiban kala pikiran masih hampa

Melayang tak ingat apa-apa
Bahkan Tuhan sempat terlupa
Kala di tengah ritual memujanya
Sampai tak sadar, sudah sampai gerakan terakir

Sayup-sayup mata ini menahan ngantuk
Usai bergadang semalaman

Kaget dan tersentak
Kecerobohan yang membuat hal berharga jadi hilang
Pusing, bahkan sampai lupa dengan rencana yang ada

Sampai akhirnya tersadar,
Oh Tuhan, ternyata dunia ini hanyalah berisi harta

Sembari menepuk nadiku
Engkau sadarkan aku akan nada-nada wahyu-Mu
Thanks Allah...


Nur Hisyam, 12 Desember 2014
 


Monday, December 8, 2014

BIDADARI KALA SENJA

Langit cerah, jingga merona
Di ufuk barat tampak cerah tanpa awan
Pegunungan Argopura tampak jelas nyata
Bersanding deburan ombak jawa

Sang surya turun pulang
Menghilang di balik Pegunungan Argopuro

Tugasnya telash usai seharian
Tidak ada yang tandingi kecanikannya dikala akan tidur
Dialah bidadari kala senja
Menghilang di balik pegunungan dan meninggalkan corak jingga merona.


Nur Hisyam, 8 Desember 2014
Posted on by Putra Mbulu | 1 comment